Posted by: Dede Tisna KS | November 28, 2008

Kenapa…..?

Sebenernya hari ini ga mesti ke kantor dulu…..karena ada kerjaan di Bogor. Dari beberapa hari yang lalu dah bilang2 ke orang rumah kalo hari jum’at bakalan nyante berangkat siang…..insya Allah ba’da jumatan dah bisa d rumah lagi.

Yaaa namanya juga manusia emang terbatas ilmunya…..ga bisa menjangkau kejadian yang akan datang. Kamis sore semestinya semua persiapan yang mu dibawa dah siap semua, ternyata meleset. Jadinya pagi ini mesti berangkat pagi2 ke kantor, hanya untuk mengambil bahan yang kemaren belum siap dan segera meluncur lagi ke Bogor. Tapi alhamdulillah juga bisa ngenet gratisan dulu di kantor, walo cuma sebentar, he he. Dipikir2, andai saja sesuai rencana pastinya bisa menghemat waktu, menghemat biaya…… , tapi yaaa udah lah bagaiman lagi toh itu di luar kekuasaan kita untuk menolaknya.

Emang kita mesti selalu berbesar hati, ikhlas dan mensyukuri setiap apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Dalam kehidupan kita sebagai manusia banyak hal-hal/kejadian yang menimpa kita yang kita tidak ada andil di dalamnya. Kita tidak bisa memilih, tidak bisa menawar tapi kita hanya bisa menerima keadaan. Apakah ketika kita lahir seperti diri kita sekarang merupakan hasil pilihan kita? Kita lahir dari orang tua kita sekarang, bukan dari orang tua yang konglomerat, hasil pilihan kita? Kita terlahir menjadi manusia dengan tampang “cute” atau sebaliknya adalah hasil negosiasi kita dengan Sang Maha Pencipta?

Allah telah menetapkan keputusan2-nya kepada kita, dan keadaan kita yang seperti itu tidak akan pernah dihisab oleh-Nya kelak di Yaumil Akhir, kenapa kita cakep, kenapa kita jelek, kenapa kia lahir dari ortu yang bukan konglomerat. Tapi yang akan dihisab oleh Allah adalah bagaimana pengsikapan kita terhadap “qada” Allah tersebut. Apakah kita ikhlas mensyukuri setiap keadaan yang merupakan pemberian-Nya? Kita harus mengimani bahwa baik buruk semuanya merupakan keputusan Allah.

So… jadi kenapa harus menghabiskan waktu memikirkan… meratapi kedaan pisik kita yang kita sendiri ga akan pernah dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya. Lebih baik kita menghabiskan waktu dan pikiran kita untuk mengetahui hal2 apa saja yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak……

Posted by: Dede Tisna KS | November 26, 2008

Pagi 261108

Astaghfirullah…… ketika sadar dari tidur, sayup2 kedengar tukang tahu teriak2 menawarkan dagangannya dan ‘yayang’ yang tidur di sampingku bilang “Bi, itu ko ada tukang tahu?…biasanya kan dia lewat dah siang…”. Lemas rasanya seluruh sendi …karena hampir tiap hari kalo tukang tahu lewat biasanya suka papasan di jalan pas mu berangkat kerja. Gawat…kesiangan nih, setengah meloncat dari tempat tidur bergegas menuju pintu kamar mandi, ku lirik jam di dinding, duuuuuh Gusti….udah jam 5:25.

Ga tahu apakah ini nikmat atau memang karena kemalasan diri……yang pasti kesempatan dapet pahala sholat subuh berjamaah hilang sudah……belum lagi malamnya janjian ada yang mu dibicarakan ma tetangga setelah selese shalat subuh………Astaghfirullah. Dan sarapan pagi pun yang biasanya sudah terhidang hanya bisa dimasukan ke dalam “lunch box”.

Sulit juga melupakan kejadian pagi tadi ……..di jalanpun tetap kepikiran, ko bisa2nya sampe kesiangan. Di”flashback” lagi ke keadaan pas mau tidur…… pantesan pas mo tidur hanya mencukupkan dengan doa pengantar tidur aja tanpa berazam apapun. Biasanya selelah apapun kalo kita berazam mu bangun malam, sekedar untuk menghadap kepadaNYa walopun hanya satu salam, insya Allah akan ada kekuatan yang membangunkan kita. Mata kita biasanya refleks terbangun…tinggal bagaimana apakah kita akan mengangkat badan kita dan melangkahkan kaki kita ke tempat wudhu atau menarik selimut dan memejamkan mata kembali.

Duh moga2 kejadian tadi yang terakhir…… semoga selalu diingatkan untuk selalu berniat/berazam dengan kuat untuk melakukan kebaikan2 di setiap saat, khususnya di malam hari, amiin

Posted by: Dede Tisna KS | November 25, 2008

Persepsi……

Ketika ada yang nawarin kue bulet yang bolong-bolong di tengahnya, dengan taburan cokelat atau keju di atasnya…hampir dipastikan semua orang ga akan ada yang menolaknya, tentunya termasuk kita sendiri. So pasti karena makanan tersebut dah terbukti kelezatannya dan hampir semua orang mengetahuinya. Hampir di benak semua orang “melekat” persepsi tentang kelezatan makanan tersebut, sehingga kadang ga merasa cukup dengan hanya menghabiskan satu aja, kalaulah masih dibolehkan untuk nambah sampe setengah lusin pastilah ga akan disia-siakan. Tapi, “maaf”…..pernahkan kita menemukan orang yang iseng nawarin “ee” untuk kita makan? puiiiiiih alih-alih mau memakannya……melihat bahkan mendengarnya aja kita udah oek-oek kaliiii. Why….? Ya karena kita dan semua orang (kecuali anak2 dan yang udeh pikun) memahami bener kalo itu merupakan benda yang najis lah, menjijikan lah, atau banyak mengandung bakteri yang bisa menyebabkan sakit…dan macem-macem lah, tapi satu yang pasti kita akan menolak mentah-mentah, bahkan mungkin kita akan menganggap orang tersebut ga waras.

Dua sikap yang sama……tapi berbeda (halaaaaah). Ya sama2 tegas, spontan ga make mikir dulu…… Tapi beda dalam keputusan yang diambil, yang pertama menerima dengan suka cita dapet makanan yang diyakini lezat, “menyehatkan” badan dan kantong (gratisaaaaan…he he). Yang ke-dua menolak dengan tegas2 karena yakin itu benda menjijikan, bahkan bakal mendatangkan penyakit. Yups..dua sikap yang didasari karena kita memahami benda yang menjadi objek kita.

Tapi coba jika kita ditawari makanan yang sebenarnya makanan tersebut sangat lezat tapi kita ga pernah tahu informasi apapun tentang makanan tersebut, apakah makanan lezat ato mungkin malah bisa meracuni kita. Bagaimana sikap kita? Bisa jadi banyak sikap yang berbeda dari setiap orang. Ada yang cuek masa bodo “gua ga tertarik sama sekali”, ada yang coba2….”kalo lezat ya syukur dapet gratisan, kalo racun……yaaa masih ada Rumah Sakit lah, katanya……” Tapi mungkin juga ada yang bersikap tegas menolak ga mau memakannya, karena dia mempunyai prinsip ogah memakan makanan yang dia belum tahu tentang makanan tersebut.

Itu terkait dengan makanan………Tapi pastinya dalam setiap hal, setiap orang akan berbeda2 sikapnya, tergantung pemahaman/persepsi dirinya terhadap hal tersebut. Termasuk pensikapan kita terhadap kehidupan dunia yang kita jalani ini. Jelas sangat ditentukan oleh pemahaman/persepsi kita terhadap kehidupan dunia ini. Kalaulah kita memiliki pemahaman kehidupan dunia ini adalah materi dan hidup di dunia ini sebagai arena mengejar kepuasan materi semata…….ya begitulah kita menjalani hidup sehari2 hanya untuk mengejar materi. Kebahagian menurut golongan ini adalah terpenuhinya kebutuhan materi sebanyak2nya, walo dengan cara bagaimanapun memenuhinya……kaidah baik-buruk atau halal-haram ga pernah ada dalam hidupnya.

Berbeda dengan golongan orang yang memiliki pemahaman dunia dan seisinya “termasuk dirinya” ada yang menciptakan, yaitu oleh Tuhan. Tapi mereka beranggapan Tuhan hanya sekedar menciptakan saja dan mengatur hal2 yang memang layak diatur oleh tuhan. Tapi terkait dengan kehidupan manusia di dunia…tentulah manusia yang lebih berhak. Maka kaidah baik-buruk, halal-haram ditentukan berdasarkan “konvensi” manusia. Maka tidak heran di satu sisi mereka mengakui keberadaan Tuhan sebagai pencipta tapi di sisi lain mereka menolak keberadaanya ketika terkait dengan masalah pengaturan hidup manusia sehari-hari. Mereka cukup “menengok” Tuhan sewaktu-waktu di kala mereka merasa perlu dengan Tuhan, ato mungkin hanya sebatas memenuhi wujud terima kasihnya karena DIA telah menciptakannya. Tak heran pula banyak orang yang merasa paling dekat dengan Tuhan tatkala berada di tempat2 ibadah, di mesjid-mesjid, di mushola-mushola, di atas sajadah, di depan al Qur’an……atau di tempat2 lainnya, tapi ketika mereka keluar atau menjauh dari tempat-tempat tersebut….. keberadaan Tuhan mereka lupakan kembali.

Namun akan berbeda pula dengan golongan orang2 yang memahami bahwa dunia dan seluruh isinya diciptakan oleh Tuhan (Allah SWT), kehidupan dunia ini tidak kekal dan akan ada kehidupan setelahnya…..di mana bahagia tidaknya di kehidupan selanjutnya sangat tergantung dari bagaimana Ia menjalani kehidupan di dunia ini. Di kehidupan yang akan datang Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban kepada kita semua tentang bagaimana kita hidup di dunia. Sehingga orang yang memiliki pemahaman ini dalam menjalani kehidupan di dunia ini akan senantiasa berusaha untuk mengikuti yang diridhoi olehNYA. Supaya ketika dimintai peranggungjawaban nanti dia akan bisa mempertanggungjawabkannya.

Sooooo, makanya supaya kita bisa arif dalam bersikap atau dalam menjalani kehidupan dunia ini kita harus memahami dengan benar tentang kehidupan dunia ini. Supaya kita bisa selamat di kehidupan dunia ini dan kehidupan akhirat nanti……

Posted by: Dede Tisna KS | November 22, 2008

Iftitah………

Bismillahirrahmaanirrahiim…..

Hasil spontanitas, tiba-tiba aja terlintas dalam benak pengin juga punya blog….. Mungkin bisa berbagi jika memang ada yang bisa dibagi, atau minimal membuat jari jemari ini bisa bergerak lincah menekan-nekan keyboard sehingga darah di jari jemari ini mengalir tidak beku…… halaaaaaaaaah
Rasanya patut berterima kasih kepada Mas Deni Pradana nih (siapa juga Mas Deni…?). Awalnya dapat kiriman e-mail dari sebuah Bank yang mengeluarkan kartu kredit saya, menawarkan “privilages” untuk pembelian prodak tertentu, salah satunya ada penawaran untuk invio-atmosphere-omara. Penasaran dengan produk tersebut saya cari di google , cuma muncul dua hasil pencarian, ketika diklik link tersebut eh masuk ke blog-nya Mas Deni ini. Dibaca-dibaca….subhanallah……ternyata melalui blog-nya Beliau banyak berbagi, akhirnya terbersit juga mungkin saya juga bisa buat blog…….(mungkin…..? ya mungkin, karena terus terang aja saya ijo banget ma namanya aplikasi komputer or internet). Jika Beliau bisa berbagi apa yang Beliau memiliki ilmu di dalamnya, kenapa saya juga tidak mencoba berbagi apa yang merasa saya memiliki untuk dibagi……….

Akhirnya……….jrenggggg…..alhamdulillah bisa juga euy…… (walo asli…bener, bener-bener masih bingung mengelola blog-nya).
Yaaa……mudah-mudahan setiap detik yang dilalui ada setetes ilmu dan hikmah yang dapat dipetik dan dibagi………amiiiin

tuh kaaan bingung untuk ngepost-in tulisan ini aja pgimane….?

Categories