Sebenernya hari ini ga mesti ke kantor dulu…..karena ada kerjaan di Bogor. Dari beberapa hari yang lalu dah bilang2 ke orang rumah kalo hari jum’at bakalan nyante berangkat siang…..insya Allah ba’da jumatan dah bisa d rumah lagi.
Yaaa namanya juga manusia emang terbatas ilmunya…..ga bisa menjangkau kejadian yang akan datang. Kamis sore semestinya semua persiapan yang mu dibawa dah siap semua, ternyata meleset. Jadinya pagi ini mesti berangkat pagi2 ke kantor, hanya untuk mengambil bahan yang kemaren belum siap dan segera meluncur lagi ke Bogor. Tapi alhamdulillah juga bisa ngenet gratisan dulu di kantor, walo cuma sebentar, he he. Dipikir2, andai saja sesuai rencana pastinya bisa menghemat waktu, menghemat biaya…… , tapi yaaa udah lah bagaiman lagi toh itu di luar kekuasaan kita untuk menolaknya.
Emang kita mesti selalu berbesar hati, ikhlas dan mensyukuri setiap apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Dalam kehidupan kita sebagai manusia banyak hal-hal/kejadian yang menimpa kita yang kita tidak ada andil di dalamnya. Kita tidak bisa memilih, tidak bisa menawar tapi kita hanya bisa menerima keadaan. Apakah ketika kita lahir seperti diri kita sekarang merupakan hasil pilihan kita? Kita lahir dari orang tua kita sekarang, bukan dari orang tua yang konglomerat, hasil pilihan kita? Kita terlahir menjadi manusia dengan tampang “cute” atau sebaliknya adalah hasil negosiasi kita dengan Sang Maha Pencipta?
Allah telah menetapkan keputusan2-nya kepada kita, dan keadaan kita yang seperti itu tidak akan pernah dihisab oleh-Nya kelak di Yaumil Akhir, kenapa kita cakep, kenapa kita jelek, kenapa kia lahir dari ortu yang bukan konglomerat. Tapi yang akan dihisab oleh Allah adalah bagaimana pengsikapan kita terhadap “qada” Allah tersebut. Apakah kita ikhlas mensyukuri setiap keadaan yang merupakan pemberian-Nya? Kita harus mengimani bahwa baik buruk semuanya merupakan keputusan Allah.
So… jadi kenapa harus menghabiskan waktu memikirkan… meratapi kedaan pisik kita yang kita sendiri ga akan pernah dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya. Lebih baik kita menghabiskan waktu dan pikiran kita untuk mengetahui hal2 apa saja yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak……

Manusia yang sukses harus visioner…visioner juga tentang kehidupan selanjutnya (akhirat)…
Yups…..setuju bangeddd Mas……
By: nmdian on December 1, 2008
at 2:04 pm
Kayaknya pelajaran bagi saya adalah bahwa kita kudu beribadah, berusaha seraya berdoa lalu bersyukur kepada Allah. Buat apa kita menangisi kekurangan2 kita yang tak akan ada habisnya ya mas. Kita juga mesti beramal sholeh kepada sesama, karena ini menjadi salah satu kriteria Allah, apakah kita berhasil sebagai hambaNya ataukah tidak. Terima kasih pelajarannya, mas Dede.
Yups harus itu mas….He he….
Terima kasih yo Mas, sampun kersa membaca…
Moga aja kita menjadi hamba-hamba-NYA yang selalu mensyukuri nikmat-nikmat-NYA, amiiin
By: Hejis on December 11, 2008
at 9:48 am
yuu.. ikutan IBSN Blog Award di cantigi.. ^_^
By: cantigi™ on December 18, 2008
at 9:30 am
alow teman-teman blogger…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..
silahkan daftarkan url artikel disini
keterangan yang lebih lanjut bisa dilihat disini
akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..
IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^
by. komporizer tim : septa
By: septarius on February 21, 2009
at 12:47 pm